Sarapan Roti itu Berbahaya

Sarapan roti …bahaya. Penting untuk Anda dan Anak Anda – Bahaya Roti masa kini.
Makan terlalu banyak roti tidak baik karena mengandung 2 macam zat yang ber bahaya:
Calcium Propianate & Potassium Bromate .

Calcium Propianate penyebab penyakit ADD (Attention Deficit Disorder)
Potassium Bromate menimbulkan sel kanker (carcinogenic)
Sumber : Wikipedia / Encyclopedia : Bread Improver
(Article terlampir atau anda bisa menge-check sendiri di Internet – Wikipedia, ketik “Bread Improver”)

Masalah ini sudah dihimbau oleh beberapa guru2 di International school kepada para murid . Mereka tidak melarang makan roti, tapi hanya menyarankan supaya tidak terlalu sering memakan-nya.

Teman-teman,

Tidak seperti sebelum tahun 1950-an, untuk membuat roti perlu waktu sehari, sekarang ini cukup untuk 2 jam dengan diberi bread improver seperti Potassium Bromate.
Potassium Bromate berbahaya karena Karcinogenik (bisa menimbulkan sel-sel kanker) .

Calcium Propianate dipakai pada roti supaya roti kelihatan-nya putih seperti kapas dan supaya roti awet tidak tumbuh jamur. Dan gawat-nya di Indonesia, menurut percakapan yg saya dapatkan dari orang yang pakar di bidang roti di Indonesia, banyak produsen roti menaruh calcium propionate dalam kadar yang super-super tinggi ( semau-mau-nya), supaya roti-nya lebih awet, putih dan tidak mudah ber-jamur (bulukan), dan dengan alasan harga, ada juga sebagian dari produsen roti yg memakai calcium propionate yang bukan untuk makanan (food-grade).

Calcium propionate pada anak bisa menyebabkan penyakit ADD (Attention-deficit hyperactivity disorder atau Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD or AD/HD). Penyakit ini membuat seseorang selalu hiper aktif dan tidak bisa ber-konsentrasi.

sumber: Parkir Otal

Global Warming Oh no..

aku adalah bumi,bumi yg segar,seperti es krim…
aku adalah bumi,bumi yg berkahasiat:menyembuhkan kesedihan,mengakrabkan persahabatan,menambah makna kehidupan….seperti es krim….
aku adalah bumi,yg kaya rasa,kaya makna,kaya arti.seperti es krim…
karena aku adalah bumi dan bumi adalah es krim haruskah aku juga meleleh seiring melelehnya es krim karena global warning?
everybody is cheering
because get a new wife
stop the global warning
give us the new life

ayo hentikan global warming, mulai dari 1 langkah mudah, hidup lebih hijau di rumah, sekolah, kampus, di mana pun..

Universitas Surabaya Kampus Hijau

Percepat Koneksi IM2 Broom Anda (Belum Dicoba Untuk Provider Lain)

Akhir-akhir ini penggunaan modem HSDPA meningkat drastis. Ditunjang dengan harga yang relatif murah, lebih banyak orang pun berbondong-bondong menggunakannya. Harga yang ditawarkan oleh provider pun terbilang sangat kompetitif. Sehingga, banyak orang lebih memilih menggunakan paket unlimited Internet Broadband ini daripada ribet-ribet pergi ke warnet.

Salah satu provider yang menawarkan Internet Broadband Service adalah Indosat dengan produknya IM2. Produk IM2 pun banyak macamnya. IM2 Broom dan IM2 Broom Extra adalah salah satunya.

Berikut adalah tips yang telah saya coba dan berhasil meningkatkan 60Kbps-an speed koneksi saya :

Menggunakan DNS Alternatif dari IM2.

DNS yang biasanya digunakan oleh IM2 adalah DNS default. Jadinya DNS default tersebut cenderung lebih lambat daripada DNS – DNS Alternatifnya. Berikut adalah DNS – DNS untuk Indosat IM2 :

  • 202.155.0.10
  • 202.155.0.15
  • 202.155.0.20
  • 202.155.0.25
  • 202.155.46.66
  • 202.155.46.77

Ubahlah DNS Anda dengan membuka PROPERTIES pada koneksi Modem Anda. Dan mengisikan DNS pada IPv4.

Optimasi Browser Mozilla Firefox

  1. Tekan ctrl+T / new tab
  2. Tulis “about:config” tanpa tanda petik dua
  3. Berjanjilah agar hati-hati dengan mencentang pada pertanyaan yang tampil
  4. Tulis pada FILTER : network.http
  5. Ubah network.http.max-connections menjadi 40
  6. Ubah network.http.max-connections-per-server menjadi 24
  7. Ubah network.http.max-persistent-connections-per-proxy menjadi 16
  8. Ubah network.http.pipelining menjadi TRUE
  9. Ubah network.http.pipelining.maxrequests menjadi 16
  10. Ubah network.http.proxy.pipelining menjadi TRUE

Optimasi Browser Opera

  1. Buka Browser OPERA anda…dengan klik 2 kali pada ikon bergambar O merah
  2. Pada alamat browser ketikkan opera:config ….dan kemudian enter
  3. Setelah keluar tampilan seperti disamping ini maka klik tulisan performance
  4. Untuk settingan maksimal dari bandwith limit, maka ubah settingan dengan isi berikut:

Max Connection Server = 10
Max Connection Total = 64
Network Buffer Size = 64
Centang No Connection Keep Alive
Centang Non-Compliant 100 Server Continue

Lalu klik save dan restart OPERA

Optimasi Settingan Registry

Hal ini agak ribet kayaknya kalau kita kerjakan secara bertahap. Saya sarankan agar Anda men-download Software Tune Up Utilities 2009 pada link ini :

Untuk versi installer Tune Up 2009 dengan keynya :

http://www.indowebster.com/TuneUp_2009_Key.html

Untuk versi portable (tanpa diinstal) :

http://www.indowebster.com/TuneUp_2009_Portable_803100.html

Setelah itu, buka Tune Up Utilities. Masuk pada System Optimiser dan buatlah profil sesuai kondisi komputer Anda. Pilih koneksi dengan menggunakan MOBILE -> HSDPA. Setelah itu klik optimise. Agar hasilnya terasa, maka kita harus merestartnya terlebih dahulu.

Semoga dapat berguna bagi Anda.. Selamat men-tweak koneksi IM2 Anda..

sumber: http://dewa18.wordpress.com/

MOB 2007 Universitas Surabaya

mob universitas surabaya kampus hijau
mob universitas surabaya kampus hijau

Lihat tuh para mahasiswa baru universitas surabaya 2007 waktu MOB.. Banyak hijau-hijau yah di kampus.. hehehe 🙂

“Kampus Hijau” Universitas Lampung Miliki Lebih 100 Spesies Pohon

Bandarlampung, 17 September 2007 13:14
Kampus Universitas Lampung (Unila) Bandarlampung yang memiliki areal seluas 66,5 Ha memiliki lebih 100 spesies tanaman pohon, termasuk pohon jenis langka dan dilindungi.
Menurut dosen Fakultas Pertanian Unila, Dr Ir Tamaludin Syam MS di Bandarlampung, Senin, lebih 100 spesies pohon yang hidup di areal Kampus Unila itu adalahan tanaman yang dipelihara, bukan hanya untuk mengisi ruang terbuka (hutan kampus), tapi juga sebagai tanaman peneduh dan untuk memperindah kampusnya.
Ia juga menyebutkan komitmen perguruan tinggi itu untuk mewujudkan dirinya sebagai “kampus Hijau” (Green Campus) dengan lingkungan yang asri dan ramah lingkungan.
“Lebih dari itu, sebagian tanaman itu juga berfungsi sebagai tanaman koleksi karena termasuk langka dan sudah jarang ditemui,” kata Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian Unila itu.
Tanaman pohon di Unila itu tersebar pada hampir semua fakultas dan di gedung-gedung utama PT itu.
Di sekitar Rektorat Unila antara lain tumbuh Cemara Bundel (Cuprenus retusa), Flaboyan (Delonix regia Rafin), dan Kerai Payung (Filicium decipiens), Palem Raja, Tanjung, Biola Cantik, dan Angsana dengan jumlah populasi antara satu hingga 10 buah pohon.
Terdapat pula pohon Mahoni, kelapa, dan Cemara Norfolk (Araucaria heterophyla).
Di sekitar GSG Unila, antara lain tumbuh Glodokan (Polyathia longifolia), Ketapang (Terminalia catappa), dan Sengon Laut (Paraserianthes falcataria).
Secara khusus di areal sekitar Fakultas Pertanian Unila ditanami pula berbagai spesies tanaman koleksi, termasuk tanaman hutan dan pohon jenis langka dan dilindungi, sebagai tumbuhan koleksi (arboretum), seperti Ampupu (Eucalypthus alba), Gandaria (Bouea Macrophylla), Benuang (Actomeles sumatrana), Damar Tanduk (Shorea multiflora), Damar Kaca (Shorea javanica), Dempulelet (Glochidion molle), Jabon, Jamuju, Jarak Ulung, Kaluku, Kayu Hitam, Bayur, Bungur Lilin, Mentru, Mangium, Sungkai, dan Wareng.
Beberapa koleksi Arboretum itu juga tersebar di beberapa tempat lain di Unila, seperti di Kompleks UPT Komputer, dekat Perpustakaan Unila, dan dekat Laboratorium Bahasa.
Menurut Rektor Unila, Prof Dr Ir Muhajir Utomo MSc, Unila sejak awal berkomitmen untuk menjaga lingkungan kampusnya agar tetap indah, asri dan menghijau yang dilengkapi flora dan fauna di dalamnya, antara lain untuk mewujudkan Kampus Hijau.
“Warga Unila berkewajiban menjaga serta melestarikannya, demi kepentingan generasi mendatang karena untuk itu harus dimulai dari yang kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang,” ujarnya.
Buku “Keanekaragaman Pohon di Kampus Hijau Unila” belum lama ini diluncurkan berkaitan Dies Natalis ke-42 PTN itu. Buku itu ditulis bersama oleh tim penulis, yakni Tamaludin Syam, Kushendarto, Afif Bintoro, dan Indriyanto, yang seluruhnya adalah dosen Fakultas Pertanian Unila. [TMA, Ant]
sumber:

Bandarlampung, 17 September 2007 13:14Kampus Universitas Lampung (Unila) Bandarlampung yang memiliki areal seluas 66,5 Ha memiliki lebih 100 spesies tanaman pohon, termasuk pohon jenis langka dan dilindungi.
Menurut dosen Fakultas Pertanian Unila, Dr Ir Tamaludin Syam MS di Bandarlampung, Senin, lebih 100 spesies pohon yang hidup di areal Kampus Unila itu adalahan tanaman yang dipelihara, bukan hanya untuk mengisi ruang terbuka (hutan kampus), tapi juga sebagai tanaman peneduh dan untuk memperindah kampusnya.
Ia juga menyebutkan komitmen perguruan tinggi itu untuk mewujudkan dirinya sebagai “kampus Hijau” (Green Campus) dengan lingkungan yang asri dan ramah lingkungan.
“Lebih dari itu, sebagian tanaman itu juga berfungsi sebagai tanaman koleksi karena termasuk langka dan sudah jarang ditemui,” kata Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian Unila itu.
Tanaman pohon di Unila itu tersebar pada hampir semua fakultas dan di gedung-gedung utama PT itu.
Di sekitar Rektorat Unila antara lain tumbuh Cemara Bundel (Cuprenus retusa), Flaboyan (Delonix regia Rafin), dan Kerai Payung (Filicium decipiens), Palem Raja, Tanjung, Biola Cantik, dan Angsana dengan jumlah populasi antara satu hingga 10 buah pohon.
Terdapat pula pohon Mahoni, kelapa, dan Cemara Norfolk (Araucaria heterophyla).
Di sekitar GSG Unila, antara lain tumbuh Glodokan (Polyathia longifolia), Ketapang (Terminalia catappa), dan Sengon Laut (Paraserianthes falcataria).
Secara khusus di areal sekitar Fakultas Pertanian Unila ditanami pula berbagai spesies tanaman koleksi, termasuk tanaman hutan dan pohon jenis langka dan dilindungi, sebagai tumbuhan koleksi (arboretum), seperti Ampupu (Eucalypthus alba), Gandaria (Bouea Macrophylla), Benuang (Actomeles sumatrana), Damar Tanduk (Shorea multiflora), Damar Kaca (Shorea javanica), Dempulelet (Glochidion molle), Jabon, Jamuju, Jarak Ulung, Kaluku, Kayu Hitam, Bayur, Bungur Lilin, Mentru, Mangium, Sungkai, dan Wareng.
Beberapa koleksi Arboretum itu juga tersebar di beberapa tempat lain di Unila, seperti di Kompleks UPT Komputer, dekat Perpustakaan Unila, dan dekat Laboratorium Bahasa.
Menurut Rektor Unila, Prof Dr Ir Muhajir Utomo MSc, Unila sejak awal berkomitmen untuk menjaga lingkungan kampusnya agar tetap indah, asri dan menghijau yang dilengkapi flora dan fauna di dalamnya, antara lain untuk mewujudkan Kampus Hijau.
“Warga Unila berkewajiban menjaga serta melestarikannya, demi kepentingan generasi mendatang karena untuk itu harus dimulai dari yang kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang,” ujarnya.
Buku “Keanekaragaman Pohon di Kampus Hijau Unila” belum lama ini diluncurkan berkaitan Dies Natalis ke-42 PTN itu. Buku itu ditulis bersama oleh tim penulis, yakni Tamaludin Syam, Kushendarto, Afif Bintoro, dan Indriyanto, yang seluruhnya adalah dosen Fakultas Pertanian Unila. [TMA, Ant]
sumber: Gatra

Kapan yah Universitas Surabaya menyusul jadi kampus hijau kaya Unila? 😉

Universitas Surabaya Kampus Hijau

Universitas Surabaya Kampus Hijau
Penyebab GW yang sedang menjadi isu hangat bisa saja karena beberapa faktor terakumulasi. Bagi kita yang merasakan, tentu saja tahu dari mana penyebab sebenarnya terjadinya GW. Nah, gimana nih dengan mahasiswa Ubaya sendiri? Apa saja sih usaha yang sudah mereka lakukan?
60,1% responden mengaku pernah melakukan usaha mencegah GW. ”Aku berusaha mengurangi penggunaan CFC dengan pemakaian AC seminim mungkin,” tutur Dewa mahasiswa FT. Lain Dewa lain Anggi K. Cewek FE jurusan Akutansi ini melakukannya dengan menanam pohon. ”Dengan adanya tanaman hijau dapat menambah jumlah oksigen,” tambahnya.
Akan tetapi, 39,9% responden mengaku masih belum pernah melakukan usaha untuk memerangi global warming. ”Jujur sih, aku masih sering memboroskan energi. Jika ingin mengurangi pemakaian AC sulit, mengingat kondisi Surabaya yang panas banget,” ungkap Tika dari FP. Begitu pula dengan Ayu dari FF yang berkata, ”Let it flow aja. Kan sudah banyak orang yang memerangi GW,” terangnya.
Kegiatan di Ubaya sendiri pun menunjukkan upaya-upaya pencegahan global warming. ”Liat aja. Tanaman hijau di Ubaya banyak banget. Secara tidak langsung hal itu berperan mengurangi global warming,” ungkap Lisa mahasiswi FH. Melalui penghijauan, polusi yang selama ini menjadi penyebab global warming juga dapat semakin tereliminir.
Hemat energi juga salah satu upaya yang terjadi di kampus kita tercinta ini. ”Aku pernah melihat setiap kali jam istirahat, cleaning service selalu mematikan lampu maupun AC,” tutur Nai mahasiswa FH ini. Tak hanya cleaning service, sebagai warga penghuni bumi tentunya kita harus berperan memerangi global warming

Universitas Surabaya Kampus HijauPenyebab GW yang sedang menjadi isu hangat bisa saja karena beberapa faktor terakumulasi. Bagi kita yang merasakan, tentu saja tahu dari mana penyebab sebenarnya terjadinya GW. Nah, gimana nih dengan mahasiswa Ubaya sendiri? Apa saja sih usaha yang sudah mereka lakukan?60,1% responden mengaku pernah melakukan usaha mencegah GW. ”Aku berusaha mengurangi penggunaan CFC dengan pemakaian AC seminim mungkin,” tutur Dewa mahasiswa FT. Lain Dewa lain Anggi K. Cewek FE jurusan Akutansi ini melakukannya dengan menanam pohon. ”Dengan adanya tanaman hijau dapat menambah jumlah oksigen,” tambahnya.Akan tetapi, 39,9% responden mengaku masih belum pernah melakukan usaha untuk memerangi global warming. ”Jujur sih, aku masih sering memboroskan energi. Jika ingin mengurangi pemakaian AC sulit, mengingat kondisi Surabaya yang panas banget,” ungkap Tika dari FP. Begitu pula dengan Ayu dari FF yang berkata, ”Let it flow aja. Kan sudah banyak orang yang memerangi GW,” terangnya.Kegiatan di Ubaya sendiri pun menunjukkan upaya-upaya pencegahan global warming. ”Liat aja. Tanaman hijau di Ubaya banyak banget. Secara tidak langsung hal itu berperan mengurangi global warming,” ungkap Lisa mahasiswi FH. Melalui penghijauan, polusi yang selama ini menjadi penyebab global warming juga dapat semakin tereliminir.Hemat energi juga salah satu upaya yang terjadi di kampus kita tercinta ini. ”Aku pernah melihat setiap kali jam istirahat, cleaning service selalu mematikan lampu maupun AC,” tutur Nai mahasiswa FH ini. Tak hanya cleaning service, sebagai warga penghuni bumi tentunya kita harus berperan memerangi global warming.

sumber: Universitas surabaya kampus hijau

Universitas Surabaya Kampus Hijau

Kunjungi juga situs yang berisikan tentang Universitas Surabaya Kampus Hijau di blogspot..

http://kampushijauuniversitassurabaya.blogspot.com/